Senin, 31 Desember 2012

Galau Terakhir "ngarap"


Kutingalkan malam dengan menitipkan gunda hati
Kumelangkah tegap menyambut mentari indah
Tetaplah di sana (derita)
Jangan kembali (pilu)
Lenyaplah bersama pekat malam (sedih)
Sinar mentari akan membuatmu gosong jika masih mendekat
Sinar mentari akan membinasakan jika malam tak sanggup mengubur
Binasalah seiring lantunan azan subuh
Luluhlantaklah bersama datangnya embung pagi
Musnalah ketika fajar menyingsing. ..

Jumat, 28 Desember 2012

Basuh Luka Batinmu dengan Air Mata


Masih ingin menangis. ..!!!
Air mata belum cukup menghapus pilu di hati. ..

Menangislahhhh
Siram pilu dengan guyuran air mata
Bersihkan luka dengan hangatnya air mata. ..

Nanti atau mungkin sekarang. ..!!
Air mata akan membawah semua pilu itu ke telaga
Air mata akan membawah semua luka itu ke muara
Biarkan air mata mengalir
Membawah sakit dan derita dari hilir hati menuju muara dilautan luas
Basuh luka batinmu dengan air mata 
Sucikan deritamu dengan air mata yang lembut
Hingga tak ada bekas sama sekali. ..

Menangis, menangis, dan menangislahhh. ..!!
Cucurkan air matamu
Keringkan air matamu
Hingga detak waktu tak mampu memporak porandakan hatimu kelak. ..

Sabtu, 22 Desember 2012

Tersenyumlah di Detik Perpisahan


Kubiasan menjauh N tak menoleh untuk menatap. Jika saat perpisahan, pilu tak begitu terasa. Selamat tinggal tak berat terucap. Selamat jalan akan enteng dilisankan. Jika ada kesan indah yang tercipta dari kebersamaan, rindukan itu sebagai kenangan. Jika khilaf begitu berbekas, izinkan rangkaian kata mewakili maaf.
Detik ini aku sadar
Detik ini aku tulus
Detik ini aku ihklas
Khilaf beribu-ribu
Salah berupa-rupa
Ada air mata tertumpah
Ada  hati tergores
Ada senyum ternoda
Ada tawa terhianati
Ada kalbu tersayat
Tulisan n lisan tak cukup mewakili maaf
Perasaan N air mata moga cukup memohon maaf
Maafkan kebodohan yang dibuat
Berilah ampun
Jangan biarkan nostalgia ternodai. Tak ada yang berubah, keakraban tetap seperti dulu, kebersamaan ini kenangan terindah selama waktu berdetak.
Di belahan bumi yang lain ada yang menunggu kabar detak hidupmu, ada yang merindukan riang candamu, senyum tawamu, N tingkah konyolmu. Ingin kembali mengukir kisah yang menakjubkan bersama.
Hapus rindu dengan lentik jemarimu, abaikan ego dengan lembut syairmu. Kuharapkan itu untuk bernostalgia. Pandang gambar untuk mengusik kenangan. Bercengkramalah untuk mengukir riang. Abaikan ego untuk melanjutkan keintiman.
Untukmu N untukku nanti. ..
Wahai lawan yang selalu menjadi kawan, ,,
Wahai  tandingan yang selalu menjadi sahabat, ,,
Wahai pesaing yang selalu menjadi kekasih. ..
Bingkiskan hadiah termewah  dengan Tersenyum di detik perpisahan. ..

Kamis, 20 Desember 2012


Beribu Warna dari Senyum dan Lisanmu


Bila kususuri hidupku detik demi detik
Mungkin dirimu yang paling banyak memberikan warna

Walau waktu hanya singkat
Tapi,
Dirimu mampu menciptakan beribu warna dari senyum dan lisanmu

Walau waktu hanya memberikan kesempata secuil
Menikmati senyum manis dan syahdu syair lisanmu
Walau kau telah melangkah
Hilang dibalik kilauan warna yang kau ciptakan
Tapi
Beribu warna itu
Masih menghuni denyut jantun dan langkah ini




Akhirnya,
Warna indah itu akan membuat tetesan rindu
Berujung pilu yang teramat sakit
Indah warna itu akan tetap di sini
Dalam hati ini, sebagai kenangan terindah
Maaf. ..                                                                                             
Jika rindu ini tetap tertujuh padamu
Walau kutau warna itu, bukan lagi untukku.
Makassar
Ab’bhue