Sabtu, 22 Desember 2012

Tersenyumlah di Detik Perpisahan


Kubiasan menjauh N tak menoleh untuk menatap. Jika saat perpisahan, pilu tak begitu terasa. Selamat tinggal tak berat terucap. Selamat jalan akan enteng dilisankan. Jika ada kesan indah yang tercipta dari kebersamaan, rindukan itu sebagai kenangan. Jika khilaf begitu berbekas, izinkan rangkaian kata mewakili maaf.
Detik ini aku sadar
Detik ini aku tulus
Detik ini aku ihklas
Khilaf beribu-ribu
Salah berupa-rupa
Ada air mata tertumpah
Ada  hati tergores
Ada senyum ternoda
Ada tawa terhianati
Ada kalbu tersayat
Tulisan n lisan tak cukup mewakili maaf
Perasaan N air mata moga cukup memohon maaf
Maafkan kebodohan yang dibuat
Berilah ampun
Jangan biarkan nostalgia ternodai. Tak ada yang berubah, keakraban tetap seperti dulu, kebersamaan ini kenangan terindah selama waktu berdetak.
Di belahan bumi yang lain ada yang menunggu kabar detak hidupmu, ada yang merindukan riang candamu, senyum tawamu, N tingkah konyolmu. Ingin kembali mengukir kisah yang menakjubkan bersama.
Hapus rindu dengan lentik jemarimu, abaikan ego dengan lembut syairmu. Kuharapkan itu untuk bernostalgia. Pandang gambar untuk mengusik kenangan. Bercengkramalah untuk mengukir riang. Abaikan ego untuk melanjutkan keintiman.
Untukmu N untukku nanti. ..
Wahai lawan yang selalu menjadi kawan, ,,
Wahai  tandingan yang selalu menjadi sahabat, ,,
Wahai pesaing yang selalu menjadi kekasih. ..
Bingkiskan hadiah termewah  dengan Tersenyum di detik perpisahan. ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar