Kubiasan menjauh N tak
menoleh untuk menatap. Jika saat perpisahan, pilu tak begitu terasa. Selamat tinggal
tak berat terucap. Selamat jalan akan enteng dilisankan. Jika ada kesan indah
yang tercipta dari kebersamaan, rindukan itu sebagai kenangan. Jika khilaf
begitu berbekas, izinkan rangkaian kata mewakili maaf.
Detik ini aku sadar
Detik ini aku tulus
Detik ini aku ihklas
Khilaf beribu-ribu
Salah berupa-rupa
Ada air mata tertumpah
Ada hati
tergores
Ada senyum ternoda
Ada tawa terhianati
Ada kalbu tersayat
Tulisan n lisan tak cukup mewakili maaf
Perasaan N air mata moga cukup memohon maaf
Maafkan kebodohan yang dibuat
Berilah ampun
Jangan biarkan nostalgia
ternodai. Tak ada yang berubah, keakraban tetap seperti dulu, kebersamaan ini
kenangan terindah selama waktu berdetak.
Di belahan bumi yang
lain ada yang menunggu kabar detak hidupmu, ada yang merindukan riang candamu,
senyum tawamu, N tingkah konyolmu. Ingin kembali mengukir kisah yang menakjubkan
bersama.
Hapus rindu dengan
lentik jemarimu, abaikan ego dengan lembut syairmu. Kuharapkan itu untuk
bernostalgia. Pandang gambar untuk mengusik kenangan. Bercengkramalah untuk
mengukir riang. Abaikan ego untuk melanjutkan keintiman.
Untukmu
N untukku nanti. ..
Wahai
lawan yang selalu menjadi kawan, ,,
Wahai
tandingan yang selalu menjadi sahabat,
,,
Wahai
pesaing yang selalu menjadi kekasih. ..
Bingkiskan hadiah
termewah dengan Tersenyum di detik
perpisahan. ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar