Bila kususuri hidupku detik demi detik
Mungkin dirimu yang paling banyak
memberikan warna
Walau waktu hanya singkat
Tapi,
Dirimu mampu menciptakan beribu warna
dari senyum dan lisanmu
Walau waktu hanya memberikan kesempata
secuil
Menikmati senyum manis dan syahdu syair
lisanmu
Walau kau telah melangkah
Hilang dibalik kilauan warna yang kau
ciptakan
Tapi
Beribu warna itu
Masih menghuni denyut jantun dan langkah
ini
Akhirnya,
Warna indah itu akan membuat tetesan
rindu
Berujung pilu yang teramat sakit
Indah warna itu akan tetap di sini
Dalam hati ini, sebagai kenangan
terindah
Maaf. ..
Jika rindu ini tetap tertujuh padamu
Walau kutau warna itu, bukan lagi
untukku.
Makassar
Ab’bhue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar