Minggu, 22 April 2012

SMS untukmu



“Kak’, ada yang mau aku tanyakan”
Tiba­-tiba suara perempuan menengurku dengan sentak, tapi aku tak kanget kerana sejak tadi kami memeng bersama dalam kamar kecil ini dengan kesibukan masing-masing. 2 buah laptop ada di depan kami berdua dengan suaranya yang super berisik “Tak takkk takkk”, suara itu berulang kami dengar baik dari suara jari lentiknya yang nindi abjak-abjak dari keibour laptopnya dan cari tangan kasarkupun melakukan hal yang sama pada laptop dihadapanku. Kami berbagi job untuk mengerjakan tugas yang sama, yaitu tugas akhir dari perjalanan kami di kota kecil yang indah ini.
“Mau tanya apa dek?”
“Tidak jadi kak”                                                                                                                                                                         
“Ko gitu. tanya saja, tapi jangan pertanyaan yang sulit na. Kalau 1 + 1 si bolehlah kau tanyakan dek”
“Hahahaaa.”
“Kakak itu berjanda terus deh”
Akupun tersenyum melihatnya agak serius kali ini. Padahal biasanya dia yang paling sering berjanda di antara keluarga barunya di kota kecil ini. Dya yang paling riang di antara keluarga baru di sini. Akupun merasa bingun, kira-kira apa ya yang dimau tanyakan kok serius begitu.
“Tanya saja dek, tidak perlu malu-malu”
Kumulai percakapan yang sempat terputus oleh lamunan yang tak kunjung menerka atas pertanyaan yang ingin dia lontarkan.
“Bagaimana memulainya kakak die, aku bingung”
“Ko gitu si. Biasa.x orang itu memulainya dari angka 1 dek”
“Hehheee. ..”
“Kakak berjanda terus. Aku tidak jadi bertanya ah”
“Apa si dek. Aku penasaran nie”
“Nanti Aku SMS kakak aja de”
“Ko SMS segala si dek, kan aku ada di sini”
“Nanti aku SMS kak”
Tok tok tookkk
“Assalamu alaikum”
“Waalaukum mussalam”
Aku dan dia menjaWab dengan serentak salam dari teman yang baru datang untuk membantu kami mengerjakan laporan terakhir perjalanan kami di kota kecil ini, laporan segala aktivitas yang kami lakukan mulai dr awal sampai akhir. Kami bertiga dah 3 malam mengerjakan laporan ini tapi tak kunjung selesainya juga padahal besok mau tidak mau harus selesai karena lusa kami sudah harus pamit dari kota indah ini, kami sudah penarikan dan kembali ke kota masing-masing berkumpul dengan keluarga yang lama kami tinggalkan.
Oh iyae’, kami sudah hampir 2 bulan, kami dah bersama selama itu jadi hubungan kami semua dah bagaikan keluarga sendiri. Di tempat kami banyak ko teman 1 universitas tapi lain posko. Di posko ini berjumlah 12 orang termasuk ke dua teman saja ini. Yang baru datang namanya Rical (samaran) biasa dipanggil Ical, anak seni dari Kab. Jeneponto (fiktif), kalau cewek yang maua bertanya itu nama Ririn Amriani (samaran) atau sering di panggil Irin anak sosiologi dari Kab. Mamuju (fiktif).
***
1 pesan di terima. Belum berselan beberapa detik HP.ku bunyi aku langsung membaca pesan itu. Dari Ririn Amriani, bigitu lengkap memang semua nama kontak dalam HPku.
“Ass’ kak. ..

Oh yae kak, yang mau aku tanyakan kemarin malam sebenarnya tentang SMS kakak yang lalu. “Apakah kakak serius tentang itu.”
Kuberpikit sejenak untuk merangkai kata-kata yang akan membalas pesan yang barusan kubaca ini.
“Was’ dek. ..”
Cukup 1 kali kau mnyakitiku dek, aku tidak mau sakit untuk yang ke dua kali. Anggaplah ungkapan hatiku itu hanyalah sebuah mimpi buruk dalam tidurmu, jujur Aku merasa bahagia kita bersama di kota kecil indah ini. Cukup indah kebersamaan kita dek dan aku tidak mau menodainya dengan sakit hati yang akan kubawah pulang.”
Itu balasan dari SMS yang kubaca.
“berarti kakak Cuma main-main donk?”
“Bukan begitu dek, nanti kita bicarakan secara langsung dek na”
Sekian lama waktu berdetak untuk menunggu balasan dari pesan yang kukirim untuknya tapi tak juga munjul pesan dari HP.ku. ..tiba-tiba suara dari luar kamar terdengar.
“Kak ayo ke rumahnya bunda untuk melanjutkan perjuangan mengerjakan tugas”
“Tunggu dek Q panggil Rical dulu”
“Iya kak”
“Aku duluan kak na ma teman2 yang lain”
“Iye dek, nnti aku nyusul”
Kanget juga melihatnya tiba2 memanggil untuk kerjakan tugas. Kemarin tugas kami memang belum selaesai jadi malam ini harus selesai karena besok pagi kami dah penarikan.
“Cal, ayo ke rumahnya bunda kerja laporan”
“Tunggu, aku pakai baju dulu”
Rumah bunda berjarak  300 meter dari tempat nginap kami jadi Cuma jalan kaki ke sana. Oh iya yang kami panggil bunda di sini adalah salah satu guru dari sekolah kami praktel lapangan. Kami di kota ini selain KKN juga PPL. KKN-PPL terpadu namanya
*****
“Ical tolong beli kopi dulu donk sekalian ma rokok, Irin kaya gantuk tu”
“Oke bos”
“Ini uang”
Aku sengaja membuat Ical keluar dari kamar ini supaya kami berdua bisa leluasa berbicara tentang SMS yang dikirim Irin ke aku. Tapi lama aku tunggu dia tak memulai percakapan juga akupun tak berani untuk memulainya. Penantian panjang itupun akhirnya berakhir, Irin mulai berbicara.
“Kak, tidak terasa yae besok kita semua dah tak bersama lagi dalam 1 atap. Kita semua sudah pulang ke rumah masing-masing, bersama keluarga, teman2 di kampung, padahal aku masih mau di sini kak
Bersama semuanya”
“Kalau begitu tinggal saja di sini dek, tamba lagi KKNmu jdi 1 bulan”
“Kakak ko begitu si, memangnya kak tau mau lagi bersama kami untuk bercanda. Kak memang tidak punya perasaan ya. Sama kaya pertama kali datang cuek sekali”
“Hahhaaa, kau itu Rin. Sapa juga yang cuek, kayanya tidak deh!”
“Apanya tidak kak, justru saya yang paling merasa di cuekin ma kakak. Setiap kali saja ajak bercanda kak tidak mengubris. Eh kalau kak Ina ma kak Anti, Mala kakak yang duluan gangui mereka”
“Tidak, biasa aja kok ma mereka. Aku Cuma tidak mau terlalu dekat dengan kalian karena kedekatan itu akan membawah sakit hati jika kita sudah berpisah, dan justru aku ingin cepat2 pulang dari sini supaya keindahan singkat ini tak begitu membekas dalam hati kita masing2”
“Ternya kakak memang tak punya perasaan, nanti saya tanya ma teman2 yang lain”
“Jangan dek, Q Cuma merasa dekat denganmu jadi aku kata ini padamu, karena aku tau kau pasti bisa paham dengan ungkapan ini”
“Tidak kak, aku tidak begitu pahan dengan pikiran kakak. Justru aku merasa kakak itu tak punya hati sedikitpun”
“Terserahlah dek, yang jelasnya kita liat nanti sapa yang benar akan semua ke hidupan di posku ini. Orang yang begitu dekatka dengan kalian yang melupakn begitu cepat kebersamaan ini atau malah saya yang tidak begitu dek dan ingin cepat2 pulang dan mengakhiri kebersamaan ini”
“Oh iyae dek, aku dengar2 pulang dari sini kamu langsung menikah yae dengan tunangamu itu, yang perna menjengukmu?”
“Apa kak, tunangan, bukanlah kak, dia itu dah kuanggap saudara sendiri kak, kami dah lama kenal bahkan sejak aku di Madrasa Alia”
“Oh kirain dia itu tunangan kamu dek”
“Bukan kak, kalau kak sendiri sama Santi pulang dari KKN langsung nikah khae”
Nikah, kau itu ada2 saja. Sapa pula itu Santi?”
“Tunangan kakak toe, yang sepupunya kak Ina kacamata”
“Oh itu, kami memang kenal tapi tidak sampai tungan juga kali, bahkan pacaran saja tidak. Emanya sapa yang tanyaki dek soal ini?’
“Kak Anti ma kak Ina kak. Perna kami di dapur bahas kak seharian waktu baru2 datang di sini. Kata kak Anti jangan coba2 main2 ma anak2 Irin utamanya kakak karena dia itu sudah punya tunangan habis KKN mereka itu langsung menikah. Biarpun mereka mengodamu atau kau tertarik ma dya karena sakit hatijako nanti. Kak Inapun menyebut nama Santi sebagai tunangan kakak. Kata kak Ina, kakak sering kerumah Santi bahkan sudah melamarnya, habis dari KKN nikah gitu”
“Ternyata kak Anti ma Ina begitu die ma saya. Maksud mereka memceritakan itu padamu apa yae?”
“Dya tidak mau Aku jatuh cinta ma kakak, hahhaaa” (senyum manis itu terlihat jelas dibibirnya) “maunya kak Anti aku jatuh cinta ma kak Bair”(Bair salah satu teman posko dari Kab. Enrekang)
“Kenapa bilang begitu dek?”
“Kak Anti juga selalu puji2 kak Bair didepanku. Katanya kak Bair saja yang baek di antara cowok2 yg ada di posko ini. Jadi, kalau kamu mau dekat ma cowok di posko ini mending ma Bair, qm akan aman di samping dia.
Kugelengkan kepala*sebagian teks hilang* “Hahhaaaaa”
 #
Ab’bhue ABC
Makassar, 22 April 2012

Jumat, 13 April 2012

Perpisahan Bukanlah Kehilangan


61  hari lebih terjajaki

ada banyak senyum teRcipta

diantara riangnya siang
di antara tawa gejolak kebersamaan




di sini....
tempat berteduhnya patriot muda
tempat menuang segala cita
seperti biru putih bajunya
seperti merah putih semangatnya


setelah lama merenda hari mengusung mimpi
berat terasa kami lepaskan 
Selamat tinggal cerita indah
perpisahan bukanlah kehilangan
hanya batas tipis antara kisah dan kenangan
Selamat tinggal pejuang muda
kobarkan semangat kebenaran di dadamu
jalan panjang yang masih terbentang
menanti pijakkan kokoh kakimu
berlarilah menggapainya
melajulah. ..

Dari jauh kami menanti kabar indah di atas kesuksesan
Kehidupan remaja kalian. ..
Berat rasa mengucapkan kalimat ini
Kalimat yang  ku rasakan sebuah belati yang menyayat hati.
 Seakan mematri menggoreskan rasa yang selalu menghantui,

Perlahan namun pasti ia menghampiri

Laksana racun yang mengalir di dalam darah ia menghentikan denyut nadi
Haruska kalimat ini kuucapkan kepada anak-anak yang terlanjur kusayang,

Haruska. ..kenapa harus. ..kenapa ya tuhan. ..
Ah h hh uh h h hh
Selamat tinggal
Selamat tinggal
Selamat tinggal pejuang muda. ..






Jangan pernah menyesal
karena pernah mengenal

Kami kakaK-kakakmu. ..
Lambat sang waktu
Tak ada yang terbukti
Semua berlalu….
Seiring bergulirnya waktu

detak jam berlalu

Tapi….
Saat-saat kakak datang
Semua berubah
Dan setiap perubahan
Terasa indah

Kakak buat semua berarti
Kakak buat perubahan kepada kami
Kakak buat kami mengerti
Akan semua yang belum kami ketahui

Kakak ajarkan pada kami
Semua yang kau ketahui
Tapi kini kau pergi
Semua yang telah kakak beri….

Kan kami jaga
Kan kami rawat
Agar kalian mengerti
Bahwa hadirmu….
Sangat berarti tuk kami

Hadirmu….
Ku tunggu
Sampai kau kembali
Selamat jalan….
Jangan lupakan kami

Kakak lah….
Mahasiswa KKK ku
Kakak lah….
Pahlawan reformasi ku

Selamat tinggal kakakku tersayang
Ab’bhue

Waktu itu dia masih ada
Berhari-hari kami melihat
Senyum indahnya
Tutur kata dan sapanya

Tetapi kini dia ingin pergi jauh
Meninggalkan kami semua
Hati ini sedih
Namun tak kan ku lupakan selalu

Selamat tinggal kakak ku yang tersayang
Jangan lupakan diri kami
Kami akan selalu mengingat mu
Kami ucapkan banyak terima kasih

Jangan kakak lupakan
Anak-anak SMP Negeri 2 Watansoppeng
Karena anak SMP Negeri 2 Watansoppeng
sayang sama kakak.


SELAMAT TINGGAL ANAK-ANAK KKN
Ab’bhue





Waktu ini terus berjalan
Meski perlahan tapi pasti
Melenyapkan sebuah kisah
Antara kita

Aku tak pernah menginginkan ini terjadi
Rasanya waktu ini cepat sekali berputar
Andaikan aku diberi waktu 1 hari lagi
Aku pasti takkan menyia-nyiakannya

Saat ku tatap wajah kalian kawan tuk terakhir kalinya
Terputar kembali dalam benakku
Memori–memori indah kebersamaan kita
Dulu…..
ku susuri setiap keluhku denganmu
setiap tawa, canda, dan airmata
kita labuhkan bersama
ku ingin kalian ada di sini untukku selamanya
Ku ingin aku ada di sini untuk kalian selamnya
tapi……
angan tinggallah angan
waktu dan ruang tak mengisinkan itu
Detakan waktu yang memaksa kita untuk sama mengucapkan
Selamat tinggal
Selamat tinggal kawan

Hmm….. kini, di tempat ini
Aku hanya dapat menatap raut wajah kalian

Kawan
Jangan pernah menyesal
karena pernah mengenalku
kalian telah menciptakan hari yang ajaib bagimu
kenang aku dalam langkah yang ceriah
Jangan pernah melupakan
bahwa kita pernah bersenda tawa
mengukir kisah menabjubkan

Bagiku kalian adalah keindahan
bagimu kalian adalah kehebatan
kita selalu hanyut dalam kebersamaan
terhanyut mimpi yang kelak harus terjadi
kawan
angan tinggallah angan
waktu dan ruang tak mengisinkan kita terus bersenda gurau
Detakan waktu yang memaksa kita untuk sama-sama mengucapkan
Selamat tinggal
Selamat tinggal kawan terbaikku
Kita bertemu lagi entah kapan
bungkus pengalaman yang kita kenal
menceritakannya kembali
waktu kita bertemu lagi
……
kawan yang tidak pernah menjadi kawan
kekasih yang tidak pernah menjadi kekasih
sampai jumpa dengan cerita yang lebih indah
di kemudian hari……….
Ucapanku terima kasih untuk waktu yang kalian sisipkan
dari kehidupan yang tersisah. ..
berikan maaf bagiku jika kehidupan kalian tak indah di dekatku
maaf, maaf, maaf dan maaf. ..
good bay kisah indahku
good bay
good bay. ...