Senin, 04 Maret 2013

JEMARIKU


Ada keintiman saat sesuatu merangkul jemariku
Ada rasa yang jelas saat sela-sela jari ini ada di sela-sela jemarimu
Untaian kata  tak mampu menembus topeng raut riang
Lantunan lagu tak bisa mengimbangi girangnya hati
Diam, diam, dan diam
Hal yang bisa mengambarkan semuanya
Tak peduli ada tatapan tertujuh
Ada ocehan yang menggema
Dunia seakan mengeluh karna tak dianggap

Tapi saat ini, diam, diam, dan diam itu mulai tak begitu jelas
Dunia seakan tertawa karena dulu tak dianggap
Tatapan itu  tersenyum karena dulu tak dipedulikan
Ocehan itu mengejek karena dulu gemanya tak didengar
Diam itu memperingati
Terlambat, sangat telat
Kini aku sangat merindukanya

“AH H H H H”
Rasa yang jelas kini menyedihkan, riang mulai tak begitu jelas
“Masih inginkah kau menoleh kearahku bila aku dihadapanmu?”
Diam, menyakitkan,
“Masih inginkah kau tersenyum manis bila aku menatapmu?”
Diam,menyakitkan,
“Masih inginkah kau menyapa saat kita bertemu?”

Diam,menyakitkan, “Masih inginkah jemarimu berada di sela-sela jemariku?”
Diammmm,menyakitkan,
“Masih inginkah . . .“???”. . . ”
“Diammmmmmmmmmmmm”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar