Senin, 04 Maret 2013

Janjimu


Apa ini? ??
Kenapa begini? ??
Bagaimana mingkin aku begitu lemah menhadapi Takdir-Mu ya Rabb! !!
Beri petunjuk-Mu! !!
Tuntung hamba yang lemah ini!  !!
Teguhkan hamba yang rapuh ini! !!
Ikhlaskan hamba yang tak tenang ini! !!
Kutunggu pelagi sehabis badai,
Kutunggu kupu-kupu jelmaan ulat berbulu,
Kutunggu bunga di deretan kaktus yang berduri. ..
Tegarkan hati ini menunggu detak waktu indah yang RABB janjikan! !!

JEMARIKU


Ada keintiman saat sesuatu merangkul jemariku
Ada rasa yang jelas saat sela-sela jari ini ada di sela-sela jemarimu
Untaian kata  tak mampu menembus topeng raut riang
Lantunan lagu tak bisa mengimbangi girangnya hati
Diam, diam, dan diam
Hal yang bisa mengambarkan semuanya
Tak peduli ada tatapan tertujuh
Ada ocehan yang menggema
Dunia seakan mengeluh karna tak dianggap

Tapi saat ini, diam, diam, dan diam itu mulai tak begitu jelas
Dunia seakan tertawa karena dulu tak dianggap
Tatapan itu  tersenyum karena dulu tak dipedulikan
Ocehan itu mengejek karena dulu gemanya tak didengar
Diam itu memperingati
Terlambat, sangat telat
Kini aku sangat merindukanya

“AH H H H H”
Rasa yang jelas kini menyedihkan, riang mulai tak begitu jelas
“Masih inginkah kau menoleh kearahku bila aku dihadapanmu?”
Diam, menyakitkan,
“Masih inginkah kau tersenyum manis bila aku menatapmu?”
Diam,menyakitkan,
“Masih inginkah kau menyapa saat kita bertemu?”

Diam,menyakitkan, “Masih inginkah jemarimu berada di sela-sela jemariku?”
Diammmm,menyakitkan,
“Masih inginkah . . .“???”. . . ”
“Diammmmmmmmmmmmm”

Pilihan atau Takdir


Kau yang kurajut
Kau yang kudetakkan
Kau adalah kenangan yang kubuat
Kau adalah keindahan yang kulukis
Kau adalah anugra yang kuminta
Hidup adalah pilihan
Aku tersakiti
Aku tercampakkan
Aku adalah orang yang diremukkan
Aku adalah orang yang tersiksa
Aku adalah orang yang ditinggalkan
Aku yang menderita
Aku adalah orang yang penuh pilu
Hidup adalah takdir

Tatapan Mimpi


Kuintip dalam mimpi
Kutatap dalam hayalan
Perjumpaan ini
Aku mengenalmu dengan kebahagian
Perkenalan itu indah buatku
Aku mengenang keindahan
 Walaupun akhirnya perkenalan berujung kesakitan
Bukan
Bukan Rasa sakit yang kau berikan saat pergi
Tapi keindahan awal perkenalan yang keingat
Walaupun kau tak menoleh untuk menatap